TamanNasional Tanjung Puting (TNTP) memiliki luas yang hampir sama dengan Pulau Bali, yakni 415.040 hektare. Di dalamnya terdapat tiga lokasi konservasi orang utan, yaitu Tanjung Harapan, Pondok Tanggui, dan Camp Leakey. Camp Leakey adalah pusat rehabilitasi sekaligus pusat penelitian orang utan terbesar.
TanjungPuting, Sang Ibukota Orangutan Dunia. Berada di semenanjung barat Provinsi Kalimantan Tengah, Taman Nasional Tanjung Puting dengan luas 415.040 Ha atau kurang lebih 6 kali luas kota Jakarta ini dalam satu dasawarsa terakhir telah menjelma menjadi destinasi andalan Indonesia yang paling diminati wisatawan mancanegara di pulau Kalimantan.
Jikateman-teman traveler berencana untuk melakukan perjalanan wisata ke Taman Nasional Tanjung Puting, Biaya Kamera ; Air Mineral dan kopi/teh selama di Kapal ; Donasi untuk Pelestarian Orangutan; Cara Booking: Email ke amazingborneo.id@ Telfon/Whatsapp +628115695100 ;
TujuanWisata: Palangkaraya. Durasi: 3 days. Harga: Rp 2990000. Dalam Paket Wisata Orangutan Tanjung Puting 3 Hari 2 Malam ini Anda akan kami ajak untuk menikmati petualangan melihat kehidupan orangutan di Taman Nasional Tanjung Puting. Pertanyaan Testimoni Whatsapp. Hari 1.
Dịch Vụ Hỗ Trợ Vay Tiền Nhanh 1s. detikTravel Community - Mungkin banyak orang yang belum kenal Tanjung Puting. Inilah taman nasional di Kalimantan sana, yang indah, liar dan habitatnya orangutan!Tanjung Puting National Park TPNP, mungkin terdengar sangat asing bagi kebanyakan orang Indonesia. Pada awalnya, saya juga belum tahu apa itu Tanjung Puting, di mana letaknya, asal usulnya, dan jenis wisata apa yang ditawarkan di sana. Saya pun lalu mencari tahu tentang Tanjung Puting di website Pegipegi sudah ada beberapa ulasan serta tips menarik yang sangat bermanfaat serta merayu-rayu saya untuk berkunjung ke Tanjung Puting. Saya pun lalu tergoda untuk Nasional Tanjung Puting ini terletak di Pulau Borneo, tepatnya di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Untuk mencapai ke sana, kita harus naik pesawat kemudian turun di Bandara Iskandar, Pangkalan Bun. Tempat Wisata yang satu ini terkenal akan konservasi orangutan terbesar di dunia. Iya. Di dunia!Awal mula kenapa saya bisa melakukan perjalan ke Tanjung Puting ini adalah karena adanya ajakan untuk jalan-jalan ke daerah Kalimantan dari salah seorang teman kerja yang kebetulan memang orang Kalimantan. Setelah sedikit bertanya-tanya kepada Mbak Ajeng teman saya, mengenai itinerary, budget, dan sebagainya, saya sempat berniat ingin mengundurkan diri dan memilih pergi ke Malaysia atau Singapura saja yang notabene biayanya lebih meskipun cuma foto-foto saja sih di sana. Namun saya berpikir kembali, dengan harga yang dibayarkan, menurut saya Wisata Indonesia masih yang nomor satu dan cukup masuk akal dengan apa yang akan kita dapatkan. Semua hal bisa kita temukan di negeri ini. Mulai dari wisata alam, wisata kuliner, pegunungan, pantai. Sebutkan saja semuanya, kita rasanya sayang betul kalau jalan-jalan hanya untuk foto-foto saja. Lebih dari itu semua, yang paling penting adalah pelajaran apa yang bisa dipetik dari perjalanan yang kita buat. Seberapa banyak hal yang dapat dipahami dari sebuah perjalanan. Dan nilai apa yang terkandung di budget tiket pesawat saat itu, saya habis sekitar 1,4 juta rupiah untuk pulang-pergi dengan menaiki maskapai Nam Air. Dari website Pegipegi, kita dapat mencari penerbangan berdasarkan filter tarif mulai dari yang paling murah sampai yang paling mahal atau berdasarkan waktu keberangkatan, dari pagi hingga ke penerbangan malam tentu saja akan lebih enak jika kita menggunakan aplikasi Pegipegi, karena di sana ada banyak sekali promo untuk pembelian tiket penerbangan serta penginapan yang sangat berguna sekali untuk menekan pengeluaran liburan saya harus mengeluarkan sekitar 1,4 juta rupiah lagi untuk biaya hidup selama di sana yang sudah termasuk biaya untuk guide, transportasi dari bandara Pangkalan Bun ke Dermaga Kumai, sewa kapal, dan makan 3 kali sehari disertai 2 kali ngemil sehari. Loh kenapa tidak ada biaya penginapan? Nah, ternyata di sana tidurnya juga di kapal. Di atas sungai, di tengah hutan. Ajib kan?Perjalanan dimulai, Bandara Soekarno Hatta menjadi titik temu kita. Total terdapat 6 orang yang turut serta meramaikan perjalanan ini. Perjalan menuju Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, ditempuh dalam waktu sekitar 75 menit. Sesampainya di sana, saya agak kaget karena bandaranya ternyata kecil seperti terminal kita disambut oleh guide yang telah lama menggeluti profesi menjadi pemandu wisata di Tanjung Puting selama kurang lebih 20 tahun. Beliau bernama Pak Andreas, biasa dipanggil Pak Aan. Sekadar informasi saja, Pak Aan beserta crew kapalnya justru lebih biasa melayani tamu dari luar negeri ketimbang dalam mengatakan kalau pengunjung Tanjung Puting kebanyakan datang dari luar negeri, sekitar 90%. Ternyata benar, pada hari itu hanya kapal kita saja yang isinya orang lokal. Mungkin para bule itu pun menyangka kita datang dari Myanmar atau Dermaga Kumai, kami menuju muara sungai sekonyer yang merupakan gerbang ke Taman Nasional Tanjung Puting. Perjalanan dari dermaga Kumai ke muara Sungai Sekonyer ditempuh sekitar 30 sepanjang Sungai Sekonyer kita dapat melihat monyet-monyet yang bergelantungan dari satu pohon ke pohon lainnya. Tanjung Puting tak hanya melulu tentang orangutan karena di tempat ini kita juga bisa menemukan spesies binatang atau tumbuhan langka lain, seperti monyet daun merah Pesbytis Rubicunda, Babi Hutan Sus Scrofa, Kantong Semar Nepenthes, dan bekantan Nasalis Larvatus. Pemberhentian pertama adalah Tanjung Harapan. Nah, di sini ada pusat informasi tentang orangutan, tapi menurut saya kondisinya agak kurang terurus. Gelap, dan sedikit kotor. Mungkin orang-orang berpikir kalau sekedar informasi orangutan saja sih di internet juga banyak, makanya di sana sepi. Kebanyakan pengunjung langsung menuju ke tempat feeding perjalanan ke panggung pertunjukan, Pak Aan bercerita mengenai banyak hal tentang orangutan berikut cerita-cerita yang pernah terjadi selama ia berada di Tanjung Puting, mulai dari orangutan yang menyukai sesama jenis, orangutan yang patah hati karena pasangannya mati lalu stress tidak mau makan, orangutan yang pernah hampir memperkosa perempuan, proses bagaimana seekor orangutan jantan bisa menjadi raja, hingga orangutan yang dipekerjakan di tempat prostitusi. Cerita yang seperti itu tak akan kita dapatkan di saat kami mendatangi panggung pemberian makan ini, ada orangutan yang datang naik ke atas panggung dan memakan makanan yang diberikan oleh Ranger. Ranger di sini maksudnya petugas yang memberi menginjak sore hari waktu indonesia bagian barat. Pada sore hari, menurut guide kita, merupakan waktu yang tepat untuk melihat kawanan bekantan dari pinggir sungai dikarenakan ketika menginjak sore hari mereka ingin pergi tidur. Kalau siang hari mereka sibuk mencari makan ke dalam puas melihat Bekantan, menjelang malam hari, kapal kami menuju ke spot di mana kunang-kunang banyak bernaung. Makan malam dihiasi kerlip kunang-kunang dan hanya dengan cahaya lilin ini sungguh romantis sekali. Saking banyaknya kunang-kunang yang berada di pohon, pohonnya terlihat seperti pohon natal. Kerlap-kerlip begitu indah bertautan dengan malam pertama ini. Dihiasi cahaya bintang. Di dalam rimba yang tenang. Angin pun membelai sayang. Dibuai kedamaian sempurna. Di tepi sungai suara. Ku rangkai puji bagi sang d'Traveler? Siap menjelajahi Tanjung Puting dan bercengkerama dengan alam? Buruan atur perjalanan kamu sekarang juga di Pegipegi ya!Pegipegiyuk JelajahiIndonesiamu
Mar 2021 • TemanSangat bagus untuk di kunjungi ,karena masih alami dan masih bnyk binatang yang hidup di dalam kawasan tanjung puting contohnya monyet bekantan yang hidupnya cuma hutan kalimantan dan Malaysia,orangutan Ditulis pada 12 Mei 2021Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap 2019 • KeluargaTanjung puting merupakan kunjungan pertama saya dan tentunya bukan yang terakhir berharap dapat berkunjung lagi 😁Liburan yang cerdas, suasan yang damai, yang pasti membersihkan paru paru kita karna udaranya sangat segar. Selain sekedar untuk wisata kita juga mendukung akan pelestarian kehidupan binatang dan hutan di melihat org utan, banyak juga yang bisa di nikmati sepanjang jalan akan bertemu binatang lainnya yg hidup bebas, fasilitas wisata yang sempurna dari segi pemandu dan kru kapal yang asik, penyajian makanan yg kalian pecinta wisata, dan binatang, tanjung puting merupakan salah satu tujuan yang wajib anda pada 24 Desember 2019Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap FTangerang, Indonesia39 kontribusiDes 2017 • SendiriPertama tertarik ingin kesini karena ingin sekali melihat orang utan di habitat aslinya. setelah datang, memang sesuai ekspektasi, kita bisa melihat dengan mudah orang utan baik di tempat pemberian makan ataupun di sepanjang jalan saat menyusuri sungai. bukan hanya orang utan yang dapat ditemui, bekantan dan burung-burung yang merupakan spesies yang dilingdungi dapat dilihat pula, bahkan jika beruntung kita bisa melihat buaya yang sedang istirahan di dekat pohon bakau. Highly recomended bagi yang ingin mencari ketenangan dan suasana hutanDitulis pada 4 Januari 2018Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap 2017 • Sendiridari pusat kota sekitar 30-45 menit ke arah pelabuhan kumai naik ojek bayar 25 itu menyewa speed boat speed boat 900 ribu. waktu itu bertepatan dengan kunjungan menteri pariwisata. pertama kali bertemu orang utan bernama ursula yang sangat imut lucu banget. pengen rasanya menggendong dia tapi kata guide tidak boleh takutnya kena gigit atau cakar. selama perjalanan di sungai sekonyer juga melihat monyet bekantan asli kalimantan. pengalaman yang seruDitulis pada 27 Desember 2017Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap 2017 • TemanMerasa senang bekerja sama dengan pelaku wisata untuk pembersihan alur sungai, agar terus di tingkatkan agar perjalanan wisata yang lain tidak terhambat.. Ditulis pada 21 November 2017Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap 2017 • BisnisDimulai dari Sekonyer Cruise mengendarai Speed Boat ya, saya memilih boat dibanding klotok karena hanya punya waktu satu hari Saya mengunjungi banyak spot sepanjang sungai sekonyer. Tanjung Harapan, Pondok Tanggui, Pondok Ambung, dan atraksi puncak di Camp Leakey. Kawasan konservasi Orangutan ini memberikan atraksi utama berupa Orangutan feeding time. Di sini kita bisa melihat Display hutan kalimantan yang masih relatif asri, satwa liar yang endemik dan sama sekali berbeda dengan satwa yang kita biasa lihat di kebun binatang. Pengunjung taman ini di peak seasonnya bisa saya perkirakan sekitar 75% wisatawan mancanegara, 25% nya baru wisatawan lokal. Ditulis pada 16 September 2017Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap 2017 • Pasanganlokasi tanjung puting agak jauh dari perkotaan harus ditempuh dengan speed boat ke area wisata, selama perjalanan bisa melihat area hutan dan di area wisata banyak terdapat orang utanDitulis pada 30 Maret 2017Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap 2016 • SendiriMerupakan kunjungan pertama saya di Taman Nasional Tanjung Puting. Sangat kagum dengan lingkungan dan hutan-hutan disekitar, terutama saat berada disepanjang Sungai Sekonyer. Banyak bekantan, monyet, burung, dan hewan-hewan liar yang bisa ditemui sepanjang perjalanan. Dan sangat senang begitu mengunjungi feeding stastion yang ada. Sungguh konservasi yang sangat bagus untuk kelangsungan hidup orangutan supaya menjaga agar tidak pada 4 Januari 2017Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap 2016 • TemanKaget dan merasa ketinggalan itu yang pertama saya rasakan ketika sampai di taman nasional tanjung puting, kabupaten kotawaringin barat, kalimantan tengah. Bagaimana tidak, saya yang telah bermukim lebih dari 30 tahun di provinsi ini baru menyadari kalau adalah lokasi obyek wisata yang menarik wisatawan seluruh dunia. Bersamaan saya di sana bertemu lebih dari seratus wisatasan asing......didalam hutan. ....luar biasa. Amerika, inggris, jerman, india, korea, jepang....itu yang bisa saya sebutkan masih ada yang lainnya. Selain tujuan utama melihat konservasi orang hutan, yang tidak kalah menariknya adalah perjalanan selama kurang lebih 4 jam menggunakan kapal-kapal wisata menuju lokasi konservasinya, melewati sungai kecil yang dikiri kanannya hutan lebat, mengalihkan sejenak pandangan kita dari hutan-hutan beton di kota.....sangat pada 10 November 2016Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap 2016 • BisnisSebagai orang yang udah lama tinggal di Kalimantan Tengah, ini adalah pengalaman pertama saya mengunjungi Taman Nasional Tanjung Puting yang berada di Kotawaringin Barat, untuk mencapai tempat tersebut kita harus menempuh kurang lebih 3 jam dari pelabuhan Kumai dengan menggunakan kapal/kelotok, sepanjang perjalanan kita akan disuguhkan dengan pemandangan alam yang masih asri dan natural, dan bila beruntung maka kita akan serinbg menjumpai kera atau orang utan yang bergelantungan di sisi kiri/kanan sungai, tapi yang perlu diingat apabila kita melihat ada kera/orang utan kita tidak boleh berisik/berteriak agar mereka tidak merasa terganggu dengan kehadiran kita. Kunjungan yang saya lakukan adalah kunjungan singkat hanya setengah hari saja, tapi sebaiknya kalau mau berkunjung ke Tanjung Puting setidaknya menginap di kapal, karena menurut penuturan pemandu wisata bila malam hari akan banyak sekali kunang-kunang sepanjang sungai dan seperti lampu natal berkelap bila berkunjung setidaknya jangan lupa membawa kamera, baju lengan panjang, dan pakai sepatu serta jangan lupa membawa salep pengusir pasti perjalanan ke Tanjung Puting keren dan banyak wisatawan mancanegara maupun pada 1 November 2016Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap 1-10 dari 99 hasil
Berkunjung Ke Taman Nasional Tanjung PutingTaman Nasional Tanjung PutingTaman Nasional Tanjung Puting – Kalimantan, pulau ketiga terbesar di dunia dan terbesar di benua Asia, punya banyak daya tarik wisata yang menarik dijelajahi. Bagi kamu yang ingin merasakan suasana hutan rimbun serupa hutan Amazon, kamu bisa berkunjung ke Taman Nasional Tanjung Puting yang terletak di semenanjung barat daya provinsi Kalimantan Tengah dan memiliki luas sekitar 415 ribu hektare. Resmi ditetapkan pada tahun 1996 menjadi taman nasional, Tanjung Puting terdiri atas beberapa area seperti hutan tropika dataran rendah, hutan tanah kering atau kerangas, hutan rawa air tawar, hutan rawa gambut, hutan bakau, hutan pantai, dan hutan ragam variasi ekosistem hutan yang terdapat di Tanjung Puting, tak heran jika kamu bisa menemukan tumbuhan dan satwa memukau. Taman nasional ini menjadi rumah bagi berbagai jenis flora seperti pemakan serangga seperti kantong semar, keruing, meranti, ramin, gaharu, ulin, jelutung serta lain-lainya. Selain itu, kamu juga bisa menemukan satwa eksotis langka seperti orangutan, bekantan, beruang madu, rusa sambar, duyung dan Taman Nasional Tanjung PutingSebelum mencuri perhatian wisatawan yang mencari pengalaman ekowisata, Taman Nasional Tanjung Puting rupanya telah lebih dulu dikenal pada masa pemerintahan kolonial Belanda. Di masa penjajahan tersebut, tepatnya tahun 1937, kawasan Taman Nasional Tanjung Puting awalnya memiliki luas sekitar 205 ribu hektar dan ditetapkan sebagai Suaka Margasatwa Sampit, yang ditujukan terutama sebagai area perlindungan satwa orangutan dan tahun 1941, area ini mendapatkan penambahan luas wilayah dan kemudian terdaftar sebagai Suaka Alam Sampit dengan luas 205 ribu hektar serta Suaka Alam Kotawaringin yang mencakup 100 ribu hektar. Setelah masa kemerdekaan Indonesia, tepatnya pada tahun 70an, Suaka Margasatwa Sampit berubah nama menjadi Suaka Margasatwa Tanjung Puting dan tercatat memiliki luas sebesar 270 ribu hektar. Beberapa tahun setelahnya, Tanjung Puting masuk ke dalam daftar Cagar Biosfer Indonesia oleh pada tahun 1996, sesuai dengan SK Menteri Kehutanan No. 687/Kpts-II/1996, kawasan ini berubah fungsi menjadi Taman Nasional Tanjung dan Fauna Tanjung PutingBerkunjung ke Taman Nasional Tanjung Puting, kamu akan disambut dengan hamparan hutan kerangas yang menjadi rumah spesies tumbuhan pemakan serangga seperti kantong semar. Tak hanya itu, kamu pun dapat menemukan hutan rawa gambut yang memiliki tumbuhan dengan akar lutut serta akar udara. Barisan pohon gaharu, meranti, keruing, ramin, ulin dan kayu lanan juga bisa kamu temukan di Taman Nasional Tanjung menikmati keindahan barisan pepohonan rimbun di taman nasional ini, jangan sampai kelewatan melihat primata utama yang dilindungi seperti orangutan Kalimantan dan bekantan. Selain itu, Tanjung Puting juga menjadi rumah bagi beruang madu, babi janggut, pelanduk kancil dan lain yang bisa kamu temukan di taman nasional ini ada buaya muara yang masih tinggal di habitat asli, labi-labi serta kurang lebih 200 jenis spesies burung mencakup koloni burung great alba. Kalau kamu beruntung, kamu dapat melihat burung sandang lawe yang termasuk dalam 20 jenis burung terlangka di & Penginapan Terbaik di dekat Taman Nasional Tanjung PutingTemukan lebih banyak pilihan hotel dan penginapan di dekat Taman Nasional Tanjung Puting dengan penawaran harga terbaik di TravelokaMenjelajahi Taman Nasional Tanjung PutingSelain memanjakan mata dengan keindahan aneka ragam hayati yang bisa kamu nikmati sepanjang pandangan, terdapat pula berbagai kegiatan menarik di Taman Nasional Tanjung Puting. Berikut beberapa kegiatan favorit yang bisa kamu lakukanBelajar Sejarah dan Mengunjungi Konservasi Orangutan TerbesarSeperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Taman Nasional Tanjung Puting merupakan area konservasi orangutan terbesar di dunia. Dengan luas wilayah konservasi yang luas, kamu bisa melihat kehidupan satwa orangutan langsung di habitat aslinya. Sekiranya terdapat 40 ribu orangutan yang tinggal dan tersebar di wilayah Taman Nasional Tanjung berada di area ini, kamu bisa mengunjungi Pondok Tanggui dan Camp Leakey untuk mengetahui sejarah taman nasional Tanjung Puting. Tak hanya itu, di tempat tersebut kamu juga bisa menemukan informasi mengenai bagaimana para relawan konservasi merawat orangutan. Kalau kamu ingin menyaksikan orangutan secara langsung, sangat disarankan untuk menunggu hingga jam makan. Di jam-jam tersebut, raja orangutan biasanya turun dari Sungai SekonyerSebelum memasuki Taman Nasional Tanjung Puting, kamu harus menempuh perjalanan menaiki perahu dari Pelabuhan di Kumai melewati Sungai Sekonyer. Nah, selama perjalanan mengarungi sungai dengan perahu tradisional ini berlangsung, kamu bisa merasakan serunya melihat pemandangan hutan di kanan dan kiri tepi dibandingkan, sensasi mengarungi sungai ini mirip dengan pemandangan menjelajah sungai Amazon yang terkenal di Amerika Selatan! Bagi kamu yang ingin berburu pemandangan eksotis, Sungai Sekonyer juga mampu menghadirkan panorama matahari terbenam yang tak kalah indahnya dengan pesisir Menyusuri HutanSelain melihat orangutan dan menyusuri sungai, kamu juga bisa melakukan kegiatan trekking hutan tropis. Nah, supaya lebih aman, jangan trekking sendirian ya! Minta seorang pemandu menemanimu trekking sepanjang hutan. Selain menghindari resiko tersesat, pemandu juga bisa membantumu mengenal hutan dengan lebih baik di Tanjung HarapanTaman Nasional Tanjung Puting tak hanya berisi hamparan hutan rimbun dan satwa langka. Masih di dalam area taman nasional ini, terdapat sebuah desa bernama Tanjung Harapan. Masyarakat lokal yang bermukim di daerah ini bekerja sebagai nelayan. Beberapa diantaranya juga menjadi tempat tinggal para relawan yang membantu aktivitas konservasi Taman Nasional Tanjung Puting. Tak jauh dari desa ini, terdapat area perkemahan Tanjung Harapan yang bisa kamu kunjungi saat di Tanjung KeluangMasih di sekitaran Taman Nasional Tanjung Puting, kamu bisa mengunjungi Taman Wisata Alam Tanjung Keluang. Dapat dicapai menggunakan kelotok atau perahu penduduk setempat sekitar 30 menit, kamu bisa bermain di pantai bersih dengan hamparan pasir putih. Mau kegiatan lebih seru lagi? Kamu juga bisa mampir ke tempat penangkaran penyu atau melakukan kegiatan berkemah di tempat Budaya di Sekitar Taman Nasional Tanjung PutingLelah menjelajahi area Taman Nasional Tanjung Puting tapi masih penasaran dengan obyek wisata lainnya? Kamu bisa beranjak ke beberapa objek wisata terdekat sekitar Tanjung Puting seperti Istana Kuning yang merupakan istana kerajaan pada masa Kesultanan Kutaringin. Selain dapat menikmati arsitektur bangunan megah ini, kamu juga bisa turut belajar mengenai budaya masyarakat & Penginapan Terbaik di Kalimantan TengahTemukan lebih banyak pilihan hotel dan penginapan di Kalimantan Tengah dengan penawaran harga terbaik di TravelokaPesona flora fauna serta keindahan alam Taman Nasional Tanjung Puting yang beragam ini membuatnya menjadi salah satu destinasi wisata favorit Kalimantan Tengah. Makanya, ketika kamu berkunjung ke Kalimantan Tengah, jangan sampai kelewatan menikmati salah satu destinasi wisata alam terbaik Indonesia ini. Yuk mulai buat rencana berlibur ke Taman Nasional Tanjung Puting dengan aplikasi Traveloka!Selain menghadirkan layanan pemesanan tiket pesawat dan tiket kereta dengan harga terbaik, kamu bisa mencoba layanan sewa mobil dan memesan penginapan berfasilitas lengkap di Traveloka! Dengan Traveloka, rencana liburan ke manapun pasti lebih mudah!Udah siap berlibur ke Taman Nasional Tanjung Puting dengan Traveloka?
JAKARTA, – Taman Nasional Tanjung Puting terkenal sebagai kawasan konservasi yang menampung sekitar orangutan. Taman nasional ini berlokasi di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Pemandu Tur sekaligus Founder Orangutan Journey, Mickey Juanda, menuturkan, jalur dalam hutan di taman nasional bisa dijadikan sebagai tempat untuk trekking bagi mereka yang tertarik. Baca juga Jangan Lakukan Ini Saat Lihat Orangutan di TN Tanjung Puting“Pola wisata di Tanjung Puting ada rain forest trekking. Tapi ini menyesuaikan, kalau klien sanggup untuk jalan jauh maka distance akan kita adjust,” kata Mickey dalam sesi webinar bertajuk Support Indonesia Tourism, Discover Borneo & The World’s Capital of Orangutans, Minggu 7/6/2020. Mickey menuturkan trekking di Taman Nasional Tanjung Puting terbilang cukup mudah dan jalur relatif datar. Bahkan untuk light trekking, wisatawan usia 6–70 tahun masih bisa melakukannya. Pastikan menggunakan sandal gunung atau sepatu yang nyaman. Dok. Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf Sungai Sekonyer kawasan Taman Nasional Tanjung Puting“Walaupun tampaknya ringan dan jalur datar, tetap kita harus ingat bahwa kita pergi ke wildlife. Dari penyedia jasa atau pemandu, kita sediakan first aid kit ketika ada kondisi yang memerlukan penanganan,” tutur Mickey. Apabila kamu penggemar kegiatan trekking, kamu bisa minta ke pemandu atau ranger untuk jalur yang sedikit menantang. Baca juga Selain Tanjung Puting, Coba Mampir ke Desa Wisata Kopi Ini... Untuk ekspedisi, Mickey mengatakan bahwa wisatawan akan diajak menjelajahi hutan belantara yang masih memiliki semak belukar belum ditebas guna memberi jalan. Namun untuk melakukan hal tersebut, Mickey menyarankan untuk memesan perjalanan di TN Tanjung Puting selama 5 hari. “Kita akan buat satu hari khusus untuk trekking yang jalurnya benar-benar cukup jauh, 17 – 20 kilometer. Kita tidak combine kunjungan untuk liburan dengan full trekking,” tutur Mickey. Selain itu, kamu juga bisa menikmati night trekking dengan pengawalan atau izin ranger. Di sana, kamu bisa melihat spesies nokturnal. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
biaya wisata ke tanjung puting